Posted by : Annisa Sofia Wardah Jumat, 20 September 2013

Tiada kata yang terucap selain syukur yang tidak pernah berhanti terlafal dari bibir ini. Menyaksikan segala kemolekan pulau Sabeku Kecil. Pulau yang di tempuh selama 2 jam mengarungi laut biru dari Pulau Sabesi. Inilah Surga yang berada di Bumi, lantas terucap "Bagaimanakah surga Nya pada kehidupan sebenaranya?"

Pasirnya lembut, jemariku tak bosan untuk meremas remasnya, memainkannya, melumuri tubuh dengan butiran-butiran halus itu. Laut biru yang sungguh mempesona, masih terjaga kecantikkannya. Ketika kaki melangkah, ada beberapa perhiasan laut yang sungguh indah, karang putih yang jarang ada di beberapa pantai provinsi Banten, tempatku melukiskan kisah. Ikan pun sangat mudah ditemukan, pernahkah menonton film Nemo? Ya, ikan yang kutemukan disni lebih cantik dari ikan nemo. Saling berkejaran antara ikan satu dengan ikan yang lainnya, kemudian mengumpat di terumbu karang. Yang sungguh aduhai, begitu indah! Tidak usah jauh-jauh menyelam ke dalam lautan karena air jernih berkata "Mereka indah" kemudian dengan mudah, kita dapat menikmati segala aquarium hidup-Nya.

Sungguh, pulau yang sepi tapi bisa merasuki hati. Menjadikan hati selalu memuji asma-Nya. Ketika kedua kaki bermain, berkejar-kejaran dengan ombak sungguh membuat hati bahagia tidak karuan. Dialah yang Kuasa yang masih memberi kesempatan untuk seluruh panca inderaku menyaksikan akan Maha Karyanya. Sujud syukur tidak boleh di lewatkan, karena Tanpa Nya, Apalah aku?

{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © JEJAK RINDU - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -