Jejak Tulisan
Tampilkan postingan dengan label Krakatau in Love. Tampilkan semua postingan
Tanpa Mu, Apalah aku?
Tiada kata yang terucap selain syukur yang tidak pernah berhanti terlafal dari bibir ini. Menyaksikan segala kemolekan pulau Sabeku Kecil. Pulau yang di tempuh selama 2 jam mengarungi laut biru dari Pulau Sabesi. Inilah Surga yang berada di Bumi, lantas terucap "Bagaimanakah surga Nya pada kehidupan sebenaranya?"
Pasirnya lembut, jemariku tak bosan untuk meremas remasnya, memainkannya, melumuri tubuh dengan butiran-butiran halus itu. Laut biru yang sungguh mempesona, masih terjaga kecantikkannya. Ketika kaki melangkah, ada beberapa perhiasan laut yang sungguh indah, karang putih yang jarang ada di beberapa pantai provinsi Banten, tempatku melukiskan kisah. Ikan pun sangat mudah ditemukan, pernahkah menonton film Nemo? Ya, ikan yang kutemukan disni lebih cantik dari ikan nemo. Saling berkejaran antara ikan satu dengan ikan yang lainnya, kemudian mengumpat di terumbu karang. Yang sungguh aduhai, begitu indah! Tidak usah jauh-jauh menyelam ke dalam lautan karena air jernih berkata "Mereka indah" kemudian dengan mudah, kita dapat menikmati segala aquarium hidup-Nya.
Sungguh, pulau yang sepi tapi bisa merasuki hati. Menjadikan hati selalu memuji asma-Nya. Ketika kedua kaki bermain, berkejar-kejaran dengan ombak sungguh membuat hati bahagia tidak karuan. Dialah yang Kuasa yang masih memberi kesempatan untuk seluruh panca inderaku menyaksikan akan Maha Karyanya. Sujud syukur tidak boleh di lewatkan, karena Tanpa Nya, Apalah aku?
Tag :
Krakatau in Love,
Pulau Sabeku, Surga Kita
Dia terapung di pinggir laut. Berharap ada orang yang duduk menaikinya. Kapal yang sangat beruntung terombak-ambik di Laut yang bagiku ini adalah Surga. Pulau Sabeku, pulau yang membuat ku cemburu. Cemburu pada mereka yang dengan mudah bisa berkunjung kapan saja ke pulau ini. Aku cemburu pada nelayan yang bisa menikmati angin sepoi lelautan, memanggang ikan di pantainya.
Kapal itu memang kosong, karena pemiliknya sedang memenuhi keroncong perutnya. Aku sapa para nelayan yang sedang menikmati ikan bakarnya. Merekalah sang penjaga surga, surga dunia yang sungguh memolekkan.
Menjadikan hati menggebu untuk selalu mencari surga-surga di belahan Indonesia, hingga Dunia. Pada Sabeku, ku titip rindu untuk surgaku.
Tag :
Krakatau in Love,
